Icip-icip Celebes

Posted: September 21, 2012 in Pokoknya Burung

Tim Ekspedisi BSG Yogyakarta

 

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bercerita perjalanan saya di luar Pulau Jawa, tepatnya di Pulau Sulawesi. Tapi ya tetap saja paling enak kalau bercerita tentang burung. Meskipun sebenarnya kunjungan saya dan teman-teman ke salah satu pulau di kawasan Wallace ini bukan untuk birding.

Awal bulan April 2012 lalu, saya dan sembilan teman-teman dari BSG FMIPA UNY (Kelompok Studi Biospeleology) diberikan kesempatan mbolang ke Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Misi kami kesana ialah mengeksplor tentang hal-hal yang berbau ke-gua-an. Taman nasional yang terletak di Kabupaten Maros ini memang terkenal dengan kawasan karst dan guanya. Sepanjang kawasan berderet-deret bukit kapur yang menjulang dan menarik untuk dijelajahi.

Gerbang TN Babul
foto : Jarot

ala Hollywood
foto : Jarot

Karst di sekitar TN Babul

 

Jadi, cerita tentang burung yang bagaimana yang akan saya ceritakan? Sabaar. Sebelumnya saya ceritakan sedikit tentang lokasi tempat kami menginap. Yaitu disebuah bangunan baru yang digunakan untuk kantor penangkaran kupu-kupu. Yup! Selain terkenal karst-nya, Bantimurung-Bulusaraung juga beken dengan kupu-kupunya.

Kantor Penangkaran Kupu-kupu Bantimurung

Lamproptera meges

Cepora timnatha

Nempel teruuss… (Idea blanchardi dan Troides hypolitus)

lain kali saya akan ceritakan tentang kupu-kupunya….

Awalnya saya heran, memangnya tidak ada bangunan khusus yang digunakan untuk tempat menginap pengunjung atau peneliti? Ternyata ada. Hanya saja sudah penuh oleh mahasiswa-mahasiswa praktek. Beruntung sekali kami. Bangunan baru, nyaman, banyak kupu-kupu cantiknya lagi! Hehehe,,

Nah, keberuntungan kami seakan bertambah ketika saya mengetahui banyak juga burung yang diamati disekitar basecamp. Meskipun hanya di pinggiran kawasan, burung-burung disini banyak yang asing bagi saya. Sebelah selatan basecamp terdapat genangan air luas yang membentuk semacam danau. Dikelilingi taman pohon dan bunga-bunga yang bermekaran menjadikan tempat ini tempat yang ideal untuk birding. Sedangkan sebelah utara persis menjulang tebing karst yang dipenuhi tanaman-tanaman menjalar. Tebing ini juga menjadi tempat tidur mamalia endemik Sulawesi yaitu Macaca maura

Air terjun Bantimurung

 

Burung yang paling mudah ditemui di sekitar basecamp ialah Cabai Panggul-kelabu (Dicaeum celebicum). Jenis baru bagi saya. Burung berleher merah nan imut ini gemar mengunjungi pohon yang sedang berbuah.

Cabai Panggul-kelabu (Dicaeum celebicum)

 

Masih dari suku Dicaeidae. Kali ini si Cabai Panggul-kuning (Dicaeum aureolimbatum). Pohon favorit bagi burung ini adalah pohon lobe-lobe (nama lokal). Di hari terakhir saya di kawasan TN Babul, saya menemukan sarangnya. Sarang berukuran kecil. Posisi lubang sarang berada di atas dan tertutup daun-daun pohon tempat menggantung sarang tersebut. Sayang karena hari itu sudah selesai semua kegiatan dan harus keluar kawasan, niat hati untuk mengeksplor sarang ini harus tertunda.

Si Mata Merah

Sarang Cabai Panggul-kuning

Buah lobe-lobe berwarna hijau dan menjadi hitam jika sudah tua (matang). Mempunyai biji dan berasa sepet. Menurut teman saya yang asli Sulawesi, buah yang sudah matang sering dijadikan lalapan oleh orang-orang sekitar.

Sedang mengunjungi Pohon Lobe-lobe

Buah Lobe-lobe

 

Selanjutnya Burungmadu Hitam (Leptocoma sericea). Teman bermain burung Cabai ini hampir selalu terbang berpasangan. Suka mengunjungi bunga yang sedang mekar.

Male

Female

 

Ada juga burung yang tiap pagi selalu bergerombol dan ribut. Burung Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus).

Si Ribut!

 

Untuk jenis raptor, temuan Elangikan Kepala-kelabu (Ichthyophaga ichthyaetus) cukup membuat saya mesam-mesem. List baru bro! Hehe,,

Elangikan Kepala-kelabu (Ichthyophaga ichthyaetus)

 

Caladi Sulawesi (Dendrocopos temminckii)

Cool bird!

 

Yang jadi favorit saya kali ini yaitu Pelanduk Sulawesi (Trichastoma celebense). Sebenarnya suara burung ini cukup sering terdengar di sekitar basecamp. Hanya saja sangat pemalu untuk menampakkan wujud aslinya. Saya cukup beruntung bisa dapat fotonya ketika sedang hunting kupu-kupu. Dengan santainya burung ini bertengger di atas jaring penangkaran kupu-kupu. Yaa lumayanlah mengobati penasaran.

Endemik Sulawesi

 

Itu tadi beberapa burung yang saya temui di Kawasan TN Babul. Untuk diluar kawasan saya juga sempat mengambil beberapa frame untuk dijadikan oleh-oleh.

Bondol Kepala-pucat (Lonchura pallida). Bondol Haji-nya Sulawesi

 

Kalau yang ini sebenarnya tidak asing. Burungmadu Sriganti (Cinnyris jugularis). Hanya saja ras Sulawesi. Yang membedakannya adalah garis putih di atas dan dibawah mata dari pangkal paruh hingga ke belakang kepala.

Burungmadu Sriganti (Cinnyris jugularis)

 

Di tengah kota Makassar, saya dan teman-teman sempat nyasar ketika jalan-jalan. Tapi buntung ternyata membawa untung! Burung ini pun tak luput dari sasaran ketika kami nyasar.

Kerakbasi Besar (Acrocephalus orientalis)

 

Selama kurang lebih 12 hari di Sulawesi, list burung yang didapat yaitu :

Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus)

Blekok Sawah (Ardeola speciosa)

Bondol Kepala-pucat (Lonchura pallida)*

Bondol Peking (Lonchura punctulata)

Bondol Rawa (Lonchura malacca)

Burungmadu Hitam (Leptocoma sericea)*

Burungmadu Sriganti (Cinnyris jugularis)

Cabai Panggul-kelabu (Dicaeum celebicum)*

Cabai Panggul-kuning (Dicaeum aureolimbatum)*

Caladi Sulawesi (Dendrocopos temminckii)

Cekakak Australia (Halcyon sancta)

Cekakak Sungai (Halcyon chloris)

Cekakakhutan Tunggir-hijau (Actenoides monachus)*

Elangikan Kepala-kelabu (Ichthyophaga ichthyaetus)

Elangular Sulawesi (Spilornis rufipectus)*

Kacamata Biasa (Zosterops palpebrosus)

Kacamata X

Kapasan Sayap-putih, (Lalage sueurii)

Kareo Padi (Amaurornis phoenicurus)

Kehicap Ranting (Hypothymis azurea)

Kerakbasi Besar (Acrocephalus orientalis)

Layanglayang Asia (Hirundo rustica)

Pelanduk Sulawesi (Trichastoma celebense)*

Remetuk Laut (Gerygone sulphurea)

Srigunting Jambul-rambut (Dicrurus hottentottus)

Tepekong Jambul (Hemiprocne longipennis)

*endemik

Memang sih nggak banyak. Namanya juga icip-icip. Selamat (ikut) mencicipi!

 

 

Iklan
Komentar
  1. imexplore berkata:

    ouhhhhhhh satu dilema ketika keinginan dan tugas negara sedang tidak sejalan, selama 3 hari di Maros n sama sekali gk sempat ke bantimurung, padahal ternyata so damn lovely heavenly place.

    cerita dan fotonya mantab jaya marakke meri (dudu anak bebek) hehehehehe

  2. lely berkata:

    zupeeerr zekali maz zul…

  3. baluran and me berkata:

    Kere! kowe nang TN Babul oleh manuk sakmono akehe? aku tahun wingi blas gak oleh opo2!

  4. peburungamatir berkata:

    Damn! Pingiin mronoo…

  5. Asman AP berkata:

    wooowwwww,… lha kok apik,.. !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s