Digiscoping itu Menyenangkan

Posted: Mei 14, 2012 in Pokoknya Burung

Awalnya saya tak menyangka kalau selama saya magang di Taman Nasional Alas Purwo banyak mengalami kejadian yang bisa dibilang kebetulan (baca:keberuntungan). Entah itu proses saya diterima magang atau hingga selama kegiatan magang berlangsung. Bisa berangkat ke Banyuwangi saja sudah merupakan keberuntungan bagi saya. Apalagi setelah tahu bahwa awalnya saya tidak masuk seleksi untuk bisa magang di TNAP. Entahlah. mungkin karena restu Ibu Bapak saya yang waktu itu saya minta do’anya agar bisa keterima magang yang akhirnya membuat saya bisa kesana.

Satu hal lagi yang akan saya kenang sebagai kebetulan yang menyenangkan. Yaitu bisa ber-digiscoping ria disana. Bagaimana tidak. Jangankan bawa kamera, bawa bino saja sudah alhamdulillah. Saya pun ga mau susah payah merayu teman-teman yang punya kamera agar bisa dipinjami kameranya selama magang. Pasrah wae. Begitu kira-kira bathin saya waktu itu.

Lalu bagaimana prosesnya hingga saya mendapatkan peralatan tempur yang memadai untuk digiscoping? Alkisah, di pagi yang cerah di Kantor Balai TNAP, saya dan teman-teman magang saya sedang mengurusi segala administrasi yang diperlukan sebelum terjun ke lapangan. Saat itulah saya berkenalan dengan Mas Farikhin, salah satu pegawai baru TNAP. Dan entah bagaimana kejadian persisnya hingga dia meminjamkan kamera pocket SONY seri DSC-W120 kepunyaannya. Saya pun kegirangan. Saya sudah pernah memakai kamera seperti ini sebelumnya dan memang cocok untuk kegiatan lapangan. Mantap.

Berbekal kamera tersebut ditambah bino Nikon Action 8×40, saya pun mencoba bereksperimen di Teluk Pangpang, Blok Sembulungan (wilayah seksi II).

Cangak Laut (Ardea sumatrana)

Cangak Laut lagi

lagi-lagi Cangak Laut

Gajahan Penggala (Numenius phaeopus)

dan inilah yang jadi “tripod” saya waktu itu

Tidak bagus memang. Tapi lumayanlah buat pemula seperti saya (batin saya menghibur diri. hehe..). Yang membuat saya kurang sreg sebenarnya bukan proses pengambilan gambarnya, tapi proses mengeditnya. Saya tidak terbiasa terlalu jauh mengedit sebuah foto, atau belum bisa lebih tepatnya, karena hasilnya bisa saja banyak berubah dari foto aslinya. Jika biasanya hanya berkutat sekitar croping, auto contrast, dan pemberian nama, maka untuk hasil foto diatas terpaksa saya harus mengutak-atik panel macam-macam pada Photoshop. Tujuannya ya agar si obyek bisa dikenali fieldmark-nya sehingga bisa dikatakan itu obyek A. Urusan bagus enggaknya itu nomor dua.

Sekitar seminggu kemudian, saya dapat telepon dari kantor balai. Kami disuruh datang ke kantor untuk mengambil beberapa perlengkapan pengambilan data di lapangan. Saya pun menawarkan diri untuk berangkat mewakili teman-teman magang. Sebenarnya ada tujuan tersendiri saya mau berangkat ke kantor yang berjarak 3 jam naik motor dari barak kita menginap itu. Saya mau pinjam tripod. Ya, saya butuh tripod beneran untuk digiscoping. Akhirnya saya pun berangkat berboncengan dengan teman saya menembus jalanan hutan yang tak karuan bentuknya.

Sesampainya di kantor balai kami disuruh menunggu karena pegawai yang bersangkutan dengan pinjam meminjam alat sedang rapat. Beberapa jam kemudian kami disuguhi berbagai peralatan untuk dibawa diantaranya : senter lengkap dengan baterai berlusin-lusin, alat tulis-menulis komplit, kompas, counter, GPS, binokuler, headlamp, dan lain-lain. Tripodnya mana?? Saya pun langsung menuju ruangan Pak Dwi. Beliau adalah KSBTU TNAP, yang bertanggungjawab atas kegiatan kami di Alas Purwo.

Piye, mas. kurang apa lagi?”, tanya Pak Dwi.

Anu pak. kalo misal sepeda gunungnya kami pinjam boleh, Pak? Kan bisa ngirit waktu pas kita survey”, jawab saya. Saya pun heran sendiri kok malah sepeda yang saya minta?

“Boleh. ntar saya kirim pake mobil kesana. trus apa lagi..?” tantang Pak Dwi.

“Mmm.. Ada tripod Pak? Buat motho-motho Pak.”

“Waduuh. Tripodnya jadi satu mas ama monokuler. Apa monokulernya aja skalian dibawa?” JACKPOT! Itu yang saya cari! Bodoh sekali saya. Kenapa ga kepikiran dari dulu pinjem monokulernya. Masak Taman Nasional nggak punya mono? hehe..

“Wah, boleh Pak. kebetulan banget”, jawab saya sok kalem. Jadilah sepanjang perjalanan pulang ke barak saya mesam-mesem sendiri sambil memeluk erat si JIEHE, nama monokulernya.

Sampai di barak saya langsung membuka tas monokuler dan mencoba merangkainya. Saya baca buku petunjuknya terlebih dahulu meskipun saya nggak paham apa yang tertulis, lha pake’ huruf China je. Ini dia penampakannya..

si Silver

merk-nya JIEHE

dan begini cara membawanya. hehe..

di Jalur Pengamatan Burung

Monokuler ini sebenarnya lebih tepat disebut teropong bintang. Bisa dilihat dari beberapa fitur dan peralatan tambahan didalamnya. Saya coba satu persatu lensa tambahannya dan ternyata yang paling nyaman untuk digiscoping ialah lensa bertuliskan 25x. Entah bagaimana membacanya pokoknya itu yang tertulis. Mulailah petualangan saya dengan si silver ini.

Rowobendo-Sadengan

Elanglaut Perut-putih (Haliaeetus leucogaste). masih muda alias juvenil

Pelatuk Kelabu-besar (Mulleripicus pulverulentus)

Bangau Sandang-lawe (Ciconia episcopus)

Jalur Pengamatan Burung (JPB)

Takur Tulung-tumpuk (Megalaima javensis)

Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)

Khusus untuk pertemuan si Garuda Muda, akan saya ceritakan tersendiri di lain kesempatan.

Pantai Plengkung

Cerek Besar (Pluvialis squatarola)

Trinil Ekor-kelabu (Heteroscelus brevipes)

Bedul-Cungur

Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus)

Cerek Jawa (Charadrius javanicus)

Punai Gading (Treron vernans)

Punai Siam (Treron bicincta)

Trinil Kaki-merah (Tringa totanus)

Trinil Pantai (Actitis hypoleucos)

ada juga foto digiscoping selain burung

Kumpul Banteng

Bos javanicus

Lutung Jawa

Rusa Timor dan Jalak Putih (Sturnus melanopterus)

Meskipun hasilnya belum memuaskan, paling tidak besok-besok bisa dibandingkan kalau saya diberikan kesempatan digiscoping lagi. Siapa tahu hasilnya bisa lebih bagus. Intinya, digiscoping itu menyenangkan!

Iklan
Komentar
  1. peburungamatir berkata:

    Oleh2e mantap & foto punai siame barang longko kuwi!!!

    Tapi kok ra ono foto passerine yo? He…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s